Setiap tahun, musim seleksi masuk perguruan tinggi selalu diwarnai dengan ketegangan yang luar biasa. Di Indonesia, sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) kerap kali dinilai mirip dengan sebuah perjudian strategi. Calon mahasiswa dipaksa untuk memilih program studi dan universitas impian mereka tanpa pernah tahu modal angka atau skor yang mereka miliki. Melihat keresahan tahunan ini, sebuah babak baru diskusi pendidikan mulai bergulir. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Tatacipta Dirgantara , melayangkan sebuah usulan revolusioner yang berpotensi mengubah total lanskap seleksi perguruan tinggi di tanah air. Beliau mengusulkan agar sistem UTBK dirombak: calon mahasiswa sebaiknya menerima dan mengetahui hasil skor ujian mereka terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan program studi dan kampus tujuan. Gagasan ini bukan tanpa dasar. Mekanisme "tahu nilai dulu baru daftar" ini mengadopsi standardisasi glob...
Sedikit teknologi, sedikit opini, banyak cerita.